Prof Ahsin Sakho Muhammad menyampaikan kajian Surah Luqman ayat 13-19 pada Kajian Ilmiah Al-Qur'an (KAIL) di Jakarta, Jumat (5/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Salah satu contoh pendidikan Islam ditunjukkan Allah SWT di dalam Al-Qur’an Surah Luqman ayat 13-19. Surah tersebut dikaji oleh Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an Cirebon, Jawa Barat, Prof Ahsin Sakho Muhammad.

Ahsin menyampaikan materi tersebut Kajian Al-Qur’an Ilmiah (KAIL)  yang diadakan oleh Penerbit Bayan Qur’an dan Halimun Media Citra (penerbit Oase Qur’an) di Epicentrum Jakarta, Jumat (5/2).

Kajian rutin itu dihadiri sekitar 100 orang, termasuk Dr Briliantono M Soenarwo, direktur utama Halimun Media Citra (HMC) dan Halimun Medical Center (HMC) yang juga penulis buku best seller berjudul “Allah Sang Tabib”.

Ahsin mengemukakan, Surah Luqman ayat 13-19 berisi kurikulum pendidikan untuk anak-anak.  Allah mengabadikan wasiat Luqman kepada anak anaknya yang mencakup tiga hal pokok,  yaitu akidah, syariah dan akhlak. “Metode yang digunakan berupa perintah dan larangan tapi disertai dengan alasan yang masuk akal,” ujar Ahsin.

Ahsin menguraikan ada tujuh wasiat  Luqman kepada anaknya. “Pertama, jangan kau sekutukan Allah, karena syirik adalah kezaliman yang besar,” ujarnya.

Kedua, kata Ahsin,  berbuat baiklah kepada kedua orang tua dan bersyukurlah. “Sebab, mereka telah mengasuhmu semenjak dari dalam kandungan sampai kau besar  dalam suka dan duka, tak mengenal lelah,” tuturnya,

Ketiga, tutur Ahsin, ikutilah jalan kehidupan orang orang saleh, karena semua manusia akan kembali kepada Allah dan Allah akan menghisab perbuatan mereka. Baik yg besar maupun yg kecil.

“Keempat,  laksanakan shalat sebagai bukti kepatuhanmu kepada Allah,” kata Ahsin saat mengisi kajian Al-Qur’an Ilmiah (KAIL)  yang diadakan oleh Penerbit Bayan Qur’an dan Halimun Media Citra (penerbit Oase Qur’an) di Epicentrum Jakarta, Jumat (5/2).

Kelima, ujar Ahsin, ajaklah orang untuk berbuat baik dan cegahlah mereka melakukan kemungkaran.
Keenam, bersabarlah terhadap setiap musibah. “Kata Luqman kepada anaknya, inilah (bersabar)  hal yang sangat penting kau perhatikan,” paparya.

Ketujuh, kata Ahsin, jangan kau congkak dan sombong dengan perilakumu. Berjalanlah dengan wajar. Jangan dibuat-buat, karena Allah tidak  suka orang yang berperilaku seperti itu. “Dan jangan kau berbicara dengan suara keras, karena kau tak ubahnya seperti keledai  yang suaranya memekakkan telinga dan sangat tidak enak untuk didengar,” tutur Ahsin.

 

Sumber: Repbluka.co.id