
Banyak yang bingung, benarkah ini ta’aruf? Banyak yang bilang, “Saya nggak pacaran kok, hanya ta’arufan!”. Tapi kok smsan mesra, chatting semalaman, bahkan jalan bareng sambil boncengan?
Apapun namanya, apapun alasannya, apapun caranya, kalau itu memang nggak dibenarkah oleh Allah, masa kita harus bilang itu boleh. Iya nggak Sob?
Sedangkan Taaruf Dalam Agama Islam adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya[rujukan?]. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah (Pernikahan) – taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal[rujukan?].
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah[rujukan?]. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Karena menurut kaum Islam fundamentalis tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat, Taaruf menurut mereka tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan[rujukan?].
Percaya deh Sob. Syaitan paling nggak suka kalau anak Adam menikah. Tapi kalau temanya jalan bareng, pedekate atau istilah beken lainnya, seitan include dan support habis. Kayanya kalau syaitan bisa masang spanduk akan tertera: Sponsored By: Setan Corporation.
Untuk para lelaki yang belum siap menikah, yuk menahan diri dan memperbanyak shaum. Biar bisa menjaga nafsu syahwat yang bisa menghinakan. Bahkan ada sebuah hadist yang membuat para kaum adam harus lebih waspada.
“Tidaklah aku tinggalkan fitnah di tengah-tengah manusia yang lebih berbahaya darpada fitnah wanita” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Siapapun Anda, mau yang belum menikah, akan menikah, bahkan yang sudah menikah. Tidak ada jaminan kita bisa menolak godaan berupa mendekati zina ini. So, waspada, selalu berlindung pada Allah, dan jangan menciptakan kesempatan untuk terjadi hal-hal yang mendekati zina.
Semoga kita bisa menjaga diri dari hal-hal yang mendekati zina. Dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita jika kita pernah mendekati zina. Aamiin.
