Setiap kali usai sholat kita di anjurkan untuk berdzikir kepada Allah SWT, jangan langsung “LAMCIR” atau habis saLAM ngaCIR atau langsung berdiri dan meninggalkan tempat sholatnya untuk segera kembali meneruskan kesibukan duniawinya.

Banyak sekali dzikir yang dianjurkan untuk dibaca sesuai dengan yang pernah dikerjakan oleh nabi ‎SAW. Salah satunya ada membaca kalimat tasbih (‎سبحان الله‎), tahmid (‎الحمدلله‎), dan ‎takbir (‎الله أكبر‎) yang dibaca masing-masing 33 kali dan biasanya ‎disempurnakan menjadi 100 bilangannya dengan bacaan ‎

‎“‎لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك و له الحمد وهو على ‏كل شيء قدير‎ ‎

Dari Abu Hurairah RA., dari Rasulullah SAW beliau bersabda: barang siapa yang bertasbih kepada Allah 33 kali, bertahmid kepada Allah 33 kali, dan bertakbir kepada Allah 33 kali, serta menyempurnakan keseratusnya :

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك و له الحمد وهو على كل شيء قدير

maka

diampuni kesalahan-kesalahannya sekalipun seperti buih lautan.

Dzikir dengan membaca tasbih, tahmid dan tahlil merupakan hal yang tak asing bagi kita yang Insya Allah selalu dibaca seusai sholat fardhu, karena kalimat dzikir tersebut memiliki makna yang sangat mulia. Ketiga kalimat dzikir tersebut memiliki makna yang saling berhubungan satu sama lainnya.

Kalimat tasbih yakni membaca سبحان الله yang artinya Maha Suci Allah, memiliki makna hubungan kita dengan Tuhan, yakni tiap kali kita mengagung-agungkan maka tiada lain yang pantas untuk kita agungkan dan sucikan melainkan Allah SWT dengan segala kemuliaan dan dzat-Nya.

Kalimat tahmid yakni membaca الحمد لله yang artinya Segala Puji adalah milik Allah, memiliki makna hubungan kita dengan sesama, yakni tiada yang pantas kita lakukan dan ucapkan selain rasa syukur kita terhadap segala apa yang telah dikaruniakan oleh Sang Pencipta, rasa syukur kita terhadap orang-orang disekitar kita yang telah ikut andil dalam kehidupan sehari-hari.

Kalimat takbir yakni membaca الله أكبر yang artinya Allah Maha Besar, memiliki makna hubungan kita dengan alam sekitar, kalimat ini sering diucap manakala kita dilanda ketakjuban yang amat mengenai alam semesta ini yang menunjukkan kebesaran Allah SWT.

Alangkah indahnya ketika melafald kan takbir, tahmid dan takbir ini dengan khusu’ dan perlahan jangan terlalu cepat membacanya, sambil merenung arti dari yang dibacanya, misal sbb

1. Ketika kita membaca subhanallah …. kita tampilkan dalam hati ….

Maha suci Engkau Ya Allah, hanya Engkaulah yang suci, diriku kotor sekali ya Allah …
Subhanallah … Maha suci Engkau yang kuat, kekuatanku tiada apa-apanya di hadapanMu …
Subhanallah … Maha suci Engkau dari mendlolimi, akulah hambamu yang zalim …
demikian dan seterusnya untuk setiap membaca subhanallah

2. Ketika kita membaca Alhamdulillah . . .kita tampilkan dalam hati . . .

Alhamdulillah … Ya Allah Engkau telah menganugerahi aku anggota tubuh yang lengkap (sebutkan satu-satu anggota tubuh beserta fungsinya setiap lafal Alhamdululillah)
Alhamdulillah …Ya Allah Engkau telah mengaruniaku anak keturunan . . . . dan seterusnya.

3. Ketika kita membaca Allahu Akbar . . .kita tampilkan dalam hati . . .

Allahu Akbar . . . Allah Maha Besar ….Engkau telah ciptakan gunung begitu megah
Allahu Akbar . . ..Allah Maha Besar ….Engkau telah menciptakan matahari yang memberikan kehidupan di alam raya ini . . . . . . . dan seterusnya.

Jika kita berdzikir dengan khusu’ dengan merenungkan apa yang kita baca, maka tanpa terasa air mata akan tumpah. Dengan membaca dzikir ketiga kalimat tersebut, berarti kita telah membuat suatu keseimbangan antara hubungan kita dengan Allah, hubungan dengan sesame manusia, dan hubungan dengan alam semesta. Adanya keseimbangan tersebut akan membawa dampak yang positif bagi kita, misalnya :

Membuat hati menjadi tenang. (QS 13, Ar Ra’d : 28)
Mendapatkan pengampunan dan pahala yang besar. (QS 33, Al Ahzab : 35)
Dengan mengingat Allah, maka Allah akan ingat kepada kita. (QS 2, Al Baqarah : 152)
Dzikir itu diperintahkan oleh Allah agar kita berdzikir sebanyak–banyaknya. (QS 33, Al Ahzab : 41 – 42)
Banyak menyebut nama Allah akan menjadikan kita beruntung. (QS 8, Al Anfal : 45)
Dzikir kepada Allah merupakan pembeda antara orang mukmin dan munafik (QS 4, An Nisaa’ : 142)
Bacaan Tasbih, Tahmid dan Takbir masing-masing 33 kali tersebut adalah bacaan/wirid setelah sholat, namun di luar sholat bacaan tersebut dapat dibaca sebanyak-banyaknya atau semampunya..

Sedangkan sarana untuk menghitung dapat berupa :

Jari tangan : sebagaimana sabda Rasulullah: “Bacalah oleh kalian Tasbih, Tahlil dan Taqdis, dan jangan lupa memohon rahmat Allah, dan hitunglah dengan jari-jari tangan karena nanti di akhirat jari-jari tersebut akan ditanya dan nantinya akan berbicara dan menjawab”. (HR. Ibn Abi Syaibah, Abu Dawud dan at-Tirmidzi), serta hadits : “Dari Abdullah bin ‘Amr RA, ia berkata: ‘Aku melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menghitung bacaan tasbih (dengan jari-jari) tangan kanannya.’” (HR Abu Dawud, Tirmidzi).
Biji-bijian / kerikil : Rasulullah tidak melarang ketika melihat salah satu istrinya yang bernama Shafiyyah meletakkan empat ribu biji kurma dihadapannya yang ia gunakan untuk menghitung tasbihnya, demikian pula Rasulullah melihat seorang perempuan sedang berdzikir, dan di depan perempuan tersebut terdapat biji-bijian atau kerikil yang ia digunakan untuk menghitung dzikirnya.
Dari kejadian peristiwa tersebut, sebagian ulama membolehkan menghitung dzikir dengan biji tasbih atau misbaha, karena tidak ada bedanya antara yang tersusun rapi (diuntai dengan tali) atau yang terpencar (tidak teruntai), walaupun para ulama sepakat bahwa yang lebih baik (afdlal) menghitungnya dengan jari tangan kanan.